Badan Asimestris jika Dilihat dari Dalam. Ketahui Penjelasannya!

Dalam kehidupan dunia, terkhusus alam, masih memiliki corak yang simetris. Bisa dari kupu-kupu, dan lain sebagainya. Ini menarik, karena semua ciptaan Tuhan pasti ada yang tak bisa dinalar. Tubuh manusia jika dilihat dari luar simetris, tetapi jika dilihat dari dalam asimetris.

Organ tubuh dalam manusia, yang tergolong penting-penting ternyata kebanyakan tidak simetris (asimetris). Misal, paru-paru kiri yang mempunyai dual lobus. Sedangkan paru-paru kanan, mempunyai 3 lobus.

Alasan Tubuh Manusia Asimetris

Alasan awal kenapa tubuh manusia asimetris, karena pada awalnya, bagian kiri dan kanan embrio terlihat sama. Tetapi ada bagian-bagian tertentu dalam embrio yang disebut dengan node, memiliki rambut-rambut kecil bernama cila, bergerak ke arah yang sama.

Dari sini, rotasi yang sinkron, mendorong cairan dari bagian kanan embrio bergerak secara nyata ke bagian kiri. Cilia bagian kiri merasakan gerakan cairan ini, sehingga mengaktifkan gerakan gen-gen spesifik pada embrio bagian kiri.

Gen-gen ini, nantinya mengarahkan sel untuk membuat protein tertentu, yang mana dalam beberapa jam saja, mampu membuat bagian kanan maupun kiri embrio tidaklah sama secara kimia. Jadi, walaupun bentuknya sama (fisik), secara kimia tidak sama.

Terbentuknya Hati

Perbedaan secara kimia ini nantinya yang akan menjadikan atau memunculkan yang namanya organ asimetris. Organ asimetris pertama pada tubuh dinamakan dengan hati. Hati secara nyata di awal, hanya berbentuk tabung lurus di sepanjang sisi bagian tengah embrio.

Ketika embrio sudah berusia sekitar 3 minggu, maka tabung tersebut akan menekuk seperti huruf C dan berputar ke arah kanan tubuh, mengembangkan struktur yang berbeda pada setiap sisinya, dan terus berkembang hingga sampai ke bentuk hati yang kita kenal sampai saat ini.

Artikel Terkait  Layanan Laundry Self Service di Kota Malang. Ada Apa Saja?

Munculnya kelainan dalam tubuh juga membuat tubuh menjadi asimetris, misal adanya Skoliosis. Skoliosis sendiri adalah bentuk kelainan tulang belakang yang ditandai dengan adanya lengkungan ke samping.

Tanda-tanda Skoliosis

Skoliosis, akan terlihat saat kita membungkuk, kemudian dari arah bokong akan terlihat bahwa bentuknya asimetris. Lengkungan ini, biasa terjadi pada usia remaja, sekitar tahun 11-16 tahun. Untuk penyebab pastinya, masih belum diketahui.

Orang yang mempunyai Skoliosis, bentuk tubuhnya kelihatan normal atau simetris dari luar. Pada umumnya, dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan radiologi dan mengukur derajat lengkungnya. Jika Skoliosis terdeteksi sejak dini, maka bisa diatasi ditangani cepat atau non bedah.

Adanya Skoliosis, bisa dibilang karena masalah genetik, yang mana perlu screening, untuk pemeriksaan. Adanya screening, juga mencegah Skoliosis dalam efek yang lebih ekstrem. Jika terdapat lengkungan hingga 30-400, maka pasien bisa melakukan gerak tubuh atau menggunakan baju penyangga.

Cara Mengatasi Skoliosis

Jika lengkungan mencapai 450, maka perlu tindakan pembedahan. Pembedahan, dilakukan untuk memperbaiki lengkungan dan pemasangan implan batang logam serta sekrup untuk menyangga. Skoliosis tidak dapat hilang, tetapi pembedahan membantu penderita untuk bisa kembali aktif.

Dalam artian, bisa menjalankan aktivitas secara normal dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik lagi. Manfaat adanya pembedahan, untuk menahan bengkok dan mengunci ruasnya, pasien tidak akan merasakan sakit kembali.

Jika, Skoliosis sudah parah, dan tak segera ditangani, maka akan berdampak pada fungsi organ tubuh sekitar, salah satunya paru-paru dan nyeri punggung, sehingga kronis. Hal itu pasti menghambat kegiatan pasien.

Cara Mengatasi

Salah satu cara mengatasi, adalah dengan minum air putih, olahraga, tidur dalam posisi benar, duduk dalam posisi benar, kurangi begadang, kurangi duduk lama, atau 1 gerakan dalam waktu lama, ukur badan secara berkala. Lakukan pemeriksaan secara langsung agar lebih afdol.

Artikel Terkait  Cara Menenangkan Diri, saat Mood Buruk sedang Naik. Simak Ladies!

Nah, itulah penjelasan mengenai tubuh atau badan asimetris, salah satunya bisa dilihat dalam contoh diatas. Semoga, dengan penjelasan sekilas ini, kamu tahu mengenai badan kita kenapa asimetris, dan penyebabnya karena apa, serta penanganannya bagaimana. Terima kasih.

 

Tinggalkan komentar