Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Masalah perekonomian adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh dan krusial dalam berumah tangga. Ketika tidak ada pengelolaan dan manajemen yang baik maka akan menimbulkan masalah yang cukup besar lho kawan cantik.

Pertimbangan serta perhitungan yang matang sangat diperlukan di dalam mengatur keuangan.Jangan asal awut awutan di awal kemudian tidak memikirkan untuk jangka panjang dan juga resiko resiko kedepan yang memungkinkan terjadi. Banyak sekali di kehidupan sekitar kita, seolah-olah istri hanya berperan sebagai kasir saja, begitu uang diterima dari suami, langsung disetorkan untuk membayar ini dan itu semua kebutuhan, dan membelanjakannya tanpa tau cara mengelolanya.

Tujuan daripada mengatur keuangan adalah agar perekonomian lebih jelas tidak kalang kabut, selain itu juga antisipasi agar terhindar dari yang namanya hutang.

Ketika berbicara soal hutang terlintas begitu rumit kedengarannya.Di dalamnya akan ada sejuta beban, tanggung jawab yang harus dikejar harus dicari sejumlah yang sudah digunakan.

Sebab, jika kalian berhutang hanya untuk pembelian aset besar, seperti mobil ataupun rumah, maka keuangan rumah tangga akan berantakan. Oleh sebab itu, dengan mengatur keuangan rumah tangga, kalian bisa mengalokasikan pendapatan untuk menabung, dan membeli barang yang diinginkan secara tunai.

Mengapa Perlu Menerapkan Manajemen Keuangan Keluarga

Pengelolaan keuangan yang benar akan membuat kita terbiasa berhemat. Menggunakan uang memang lebih mudah dibandingkan untuk menabung. Mengelola keuangan akan menyadarkan kita untuk menggunakan uang sesuai skala prioritas kebutuhan dan kita pun jadi tahu pentingnya menabung.

Jika uang tidak dikelola dengan cermat, pemasukan dan pengeluaran tidak akan terkontrol dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan kebangkrutan. Manajemen keuangan penting dipelajari untuk banyak orang yang hendak menggunakan uangnya seefektif dan seefisien mungkin, terlebih bagi mereka yang hendak berbisnis.

Banyaknya uang yang dimiliki tidak serta-merta menjamin kesehatan finansial. Manajemen keuangan adalah kunci di balik ketahanan finansial keluarga. Banyak yang mempercayai bahwa semakin tinggi penghasilan maka semakin menjamin hidup yang lebih baik dan berkualitas.

Namun banyak uang disini tidak serta merta menjadi jaminan kesehatan finansial.  Ketahanan finansial itu bisa dibuktikan ketika kita bisa memanage keuangan dengan baik.

Keluarga dengan kondisi keuangan yang sehat maka akan mampu memperoleh pencapaian misalkan saja mampu menyekolahkan anak hingga setinggi mungkin.

Artikel Terkait  Tips Melakukan Lelang Mobil secara Online Agar Tidak Salah Langkah

Begitu penting peran manajemen keuangan ini khususnya di lingkup yang paling terdekat terlebih dahulu yaitu keluarga. Secara garis besar, ruang lingkup manajemen keuangan mencakup proses penganggaran, pembelanjaan, menabung, hingga melakukan investasi secara bijak. 

Proses ini sendiri membutuhkan banyak keterampilan, mulai dari membangun kepercayaan, komunikasi, hingga penyelesaian konflik.

Jangan salah ya cantik, keuangan yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber masalah untuk keluarga itu sendiri, parahnya lagi bisa juga hingga stress berkepanjangan.

Tips Mengatur Keuangan dalam Rumah Tangga

Apa risiko yang terjadi apabila kita salah dalam mengatur keuangan rumah tangga? 

Dampaknya bisa sangat buruk. Missed manajemen dalam mengatur keuangan rumah tangga bisa saja mengganggu keharmonisan keluarga.

Lalu bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan benar? Berikut adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan rumah tangga secara efektif.

Pahami  antara kebutuhan dan keinginan

Cara mengatur keuangan dalam rumah tangga yang pertama adalah perlunya pemahaman antara mana yang kebutuhan pokok dan mana yang sekedar keinginan membeli sesuatu.

Ketika sudah berumah tangga jelas kebutuhan sehari hari kebutuhan primer yang wajib dipenuhi kita ambil saja contoh misalkan, untuk kebutuhan makan, alokasi dana pendidikan apabila sudah memiliki buah hati.

Namun tidak sedikit juga pada prakteknya tidak hanya untuk kebutuhan dasar dan pokok saja, bersifat wajib tetapi justru hanya untuk belanja semata.

Celakanya lagi ketika kita mengalokasikan dana bukan untuk kebutuhan melainkan hanya sekedar menuruti keinginan.

Padahal ketika di pikir pikir lagi kita belum butuh butuh amat dengan semisal barang yang kita beli.

Misalkan saja tergoda dengan Olshop fashion kekinian ootd terbaru, gadget terkini dan terbaru, liburan, fashion, serta keinginan yang lain yang bersifat sekunder dan tersier 

Tanpa kita sadari semua akan memakan biaya yang tidak sedikit. Meski begitu, kesemua hal tersebut bukannya dilarang untuk dipenuhi. 

Artinya, kita baru boleh mengalokasikan dana untuk hal-hal tersebut setelah kebutuhan primer rumah tangga terpenuhi. 

Apa saja kebutuhan primer rumah tangga? Yang pertama jelas kebutuhan untuk hidup sehari-hari seperti makan, transportasi, pendidikan anak ataupun cicilan rumah.

Artikel Terkait  Bayar Tagihan Bisnis dengan Kartu Kredit? Untung atau Rugi?

Jadi cara mengatur keuangan yang pertama adalah mendahulukan kepentingan pokok sehari hari dibandingkan dengan sekedar mengikuti keinginan semata.

Hitung seluruh pendapatan

Untuk mengatur keuangan rumah tangga yang efisien dibutuhkan perhitungan seluruh pendapatan.

Pendapatan yang dimaksud di sini bukan hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi juga termasuk insentif yang di dapat bila menerima upah lembur hingga keuntungan bila kita berinvestasi.

Ini penting dilakukan agar kita bisa membagi alokasi penghasilan yang kita miliki ke kebutuhan yang harus kita penuhi. 

Ingat, yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan yang bersifat primer. Dengan menghitung seluruh pendapatan, mengatur keuangan rumah tangga menjadi lebih mudah

Buat daftar pengeluaran prioritas bulanan

Pengeluaran rumah tangga yang masuk daftar prioritas antara lain biaya makan sehari-hari, belanja dapur, tagihan listrik, tagihan air, biaya transport kerja, pendidikan anak apabila sudah memasuki usia sekolah, hingga cicilan kendaraan atau rumah.

Daftar ini membantu kita dalam mengatur keuangan rumah tangga secara efektif. Dengan membuat daftar prioritas, alokasi dan pengeluaran dana rumah tangga menjadi lebih tertata.

Selain digunakan untuk mengatur keuangan, Daftar ini secara otomatis akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan utama harus didahulukan. Baru kemudian bisa di alokasikan pada kebutuhan sekunder dan tersier.

Siapkan dana darurat

Segala apapun yang terjadi kedepannya kita tidak pernah tau, yang bisa kita lakukan adalah antisipasi berupaya dan berusaha.

manajemen keuangan rumah tangga

Cara mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat, tidak semua urusan keuangan rumah tangga akan mulus semulus jalan tol ya cantik. Banyak hal hal yang diluar dugaan, tiba tiba diluar rencana. Contoh ketika mengalami musibah seperti kecelakaan, krisis ekonomi berskala besar, PHK, dan lain sebagainya.

Ketika salah satu ataupun beberapa kendala diatas terjadi, maka yang menjadi tulang punggung (sumber penghasilan keluarga) akan bermasalah juga urusan perekonomiannya.

Saat itulah manfaat baru bisa dirasakan, ketika kita sudah memiliki dana darurat.

Maka dari itu pentingnya anggaran dana darurat, caranya setelah kebutuhan pokok kemudian sisihkan sedikit untuk mempersiapkan dana darurat.

Uang yang disisihkan hanya dapat digunakan dalam waktu mendesak sewaktu urgent saja.

Artikel Terkait  Cara Menghitung PPh untuk Single, Menikah dan Memiliki Tanggungan

Jaga rasio Hutang

Untuk mengatur keuangan rumah tangga, yang paling baik sebenarnya adalah menghindari hutang. Sebab, tagihan dan kewajiban membayar hutang bisa menjadi beban yang membuat keuangan rumah tangga terganggu. 

Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat kita berhutang. Sebagai saran, bila terpaksa berhutang, dipergunakan untuk hal-hal yang merupakan kebutuhan pokok namun tidak dapat dipenuhi dalam waktu dekat. Contoh, cicilan rumah. Di luar itu, sebaiknya hindari untuk berhutang.

Selain itu, yang wajib kita lakukan untuk mengatur keuangan yang baik adalah menjaga rasio utang kita. Sebisa mungkin, pastikan kewajiban kita membayar tagihan hutang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan yang kita miliki. Lebih dari itu, keuangan rumah tangga kita bisa terganggu.

Alokasikan dana untuk tabungan, asuransi, dan investasi

Selain mengalokasikan penghasilan untuk dana cadangan atau darurat, Kita  juga perlu mengalokasikan penghasilan untuk keperluan di luar kebutuhan rutin. 

Antara lain pengeluaran untuk tabungan, asuransi, dan investasi. Ketiganya termasuk dalam cara mengatur keuangan yang baik.

Ketiganya memiliki manfaat yang tidak sedikit. Tabungan, seperti kita ketahui, jelas berguna untuk keperluan saat ini dan masa depan. 

Penghasilan yang kita simpan di tabungan bisa digunakan untuk pengeluaran sehari-hari ataupun keperluan mendadak.

Apa risiko yang terjadi apabila salah dalam mengatur keuangan rumah tangga? 

Mengelola keuangan rumah tangga bukan perkara yang mudah, agar kebutuhan keluarga semua terpenuhi perlu cara mengatur keuangan yang benar. Sebagai ibu rumah tangga, kawan cantik harus mampu menjadi manajer dalam pengelolaan keuangan keluarga haruslah berpikir cerdas, cermat dan tepat dalam penggunaan keuangan. Agar senantiasa tercipta keluarga yang baik dan mengalami pertumbuhan secara kontinyu. 

Dengan kemampuan ibu rumah tangga dalam pengelolaan keuangan keluarga secara tepat guna, tepat waktu, tepat tempat, tepat harga, dan tepat kualitas akan terwujudlah kesejahteraan keluarga.

Tentunya yang perlu digaris bawahi disini adalah untuk mewujudkan pengelolaan keuangan dibutuhkan kerjasama antara suami dan juga istri.

Tinggalkan komentar