Insomnia: Pengertian, Penyebab, Risiko, dan Cara Mengobati

Insomnia, menjadi salah satu momok yang sangat dirasakan kebanyakan orang saat ini. Ada yang tidak bisa tidur karena overthinking, pola hidup tidak sehat, dan lain-lain. Pastikan, kita harus manajemen waktu sedini mungkin, walaupun hal itu sulit untuk dilakukan.

Suatu kebiasaan, akan menetap dan menjadi suatu pola, jika kita lakukan secara konsisten selama 30 hari. Jadi, cukup paksakan kebiasaan baik dalam memanajemen waktu ini agar bisa mendapat tidur nyenyak, tanpa suatu pikiran apapun.

Pengertian Insomnia

Insomnia, adalah gangguan tidur yang mana terjadi pada seseorang yang mengalami kesulitan dalam tidur. Kondisi ini, membuat kita tidak ada waktu untuk tidur, dan tubuh menjadi sakit pada akhirnya. Kondisi fisik jadi tidak fit, sehingga cukup lelah untuk melakukan aktivitas ringan karena tak semangat.

Masalah ini, bisa terjadi secara jangka panjang maupun pendek, tergantung cara penyelesaiannya. Gunanya tidur, untuk mengistirahatkan tubuh, yang mana bisa meregenrasi kulit maupun sel-sel lainnya yang diperlukan dalam hidup untuk terus bisa hidup.

Seseorang, pada umumnya melalui empat maupun lima siklus dalam satu malam, saat tidur. Satu siklus berlangsung selama 90 menit (1,5 jam). Empat tahap awal (non REM) lebih ke tidur ringan hingga mendalam. Dan tahap terakhir (tidur REM) terjadilah proses mimpi terjadi.

Penyebab Insomnia

Penyebab insomnia macam-macam, tergantung jenisnya. Ada insomnia akut dan insomnia kronis. Dari 2 hal itu, secara umum ada beberapa penyebab yang mempengaruhi:

  1. Sedang mengalami stres.
  2. Sedang mengingat peristiwa yang dianggap menjadi sebuah trauma.
  3. Sedang mengalami perubahan kebiasaan, seperti tinggal di rumah baru.
  4. Mengalami jet lag atau mabuk setelah naik pesawat.
  5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  6. Mengalami radang sendi atau nyeri punggung.
  7. Mengalami masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan penggunaan zat.
  8. Mengalami sleep apnea dan gangguan tidur lainnya.
  9. Mengidap kondisi kesehatan tertentu, misal diabetes, kanker, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), atau penyakit kardiovaskular.
Artikel Terkait  Manfaat Aromatherapy

Insomnia kronis, bisa berlangsung hingga 3 bulan dan dapat bersifat primer maupun sekunder. Insomnia, bisa terjadi pada semua usia, dan rentan terjadi pada wanita. Seseorang yang lanjut usia juga sering melakukan ini.

Risiko Insomnia

Risiko insomnia, macam-macam tergantung penyebab dan jenisnya. Berikut risikonya!

  1. Terjadi masalah mental, misal depresi, gangguan kecemasan, stres pasca trauma (PTSD).
  2. Bekerja shift, bisa mengubah jam biologis tubuh dalam bekerja.
  3. Jenis kelamin, misal saat menstruasi pada wanita, tubuh akan mengalami perubahan hormon, kondisi ini menimbulkan gejala hot flashes atau keringat di malam hari, bisa menyebabkan gangguan tidur.
  4. Usia, semakin bertambahnya usia, biasanya semakin mengalami insomnia.
  5. Sedang melakukan perjalanan jauh, membuat insomnia terjadi.
  6. Mengidap kondisi medis tertentu, seperti obesitas dan penyakit kardiovaskuler bisa menyebabkan insomnia.

Gejala Insomnia

Gejala mengalami insomnia, diantaranya:

  1. Sulit merasakan ngantuk dan tidak bisa tertidur.
  2. Terbangun pada malam hari atau dini hari dan tak bisa tertidur kembali.
  3. Merasa lelah, emosional, sulit berkonsentrasi, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas secara baik pada siang hari.
  4. Tidak bisa tidur siang, meskipun tubuh sudah lelah.

Cara Mengobati Insomnia

Cara mengatasi insomnia pertama kali adalah dengan pergi ke dokter, kemudian konsultasi dalam penyelesaian masalah ini. Dokter akan mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu, baru bisa mendiagnosa. Kemudian, dicarikan cara terbaik dalam mengatasinya.

Pengidap, bisa menjalani terapi perilaku kognitif jika diperlukan. Terapi ini bisa membantu mengubah perilaku maupun pola pikir yang memengaruhi tidur pengidap. Dokter, bisa saja memberikan resep nantinya, sebagai obat cepat dan penenang jika diperlukan.

Itulah penjelasan mengenai insomnia, jika dilihat dari pengertian, penyebab, risiko, dan cara mengatasinya.

Tinggalkan komentar