Perbedaan Preloved dan Thrift

Siapa nih yang sering belanja khusus nya pakaian buat para perempuan, mungkin kawan cantik juga? Siapa yang tiba- tiba baru sadar kalau jumlah baju- baju sudah menumpuk padahal tidak sering dipakai bahkan jarang keluar dari lemari.

Bukan perempuan namanya ya kalau tidak diselimuti dengan tumpukan koleksi baju- baju kesayangan, terkadang hanya karena tertarik saja namun salah kaprah kurang memperhatikan kebutuhan dan juga fungsinya.

Terkadang seiring berjalannya waktu badan yang tidak konsisten, BB yang kurang ideal menjadikan sebagian baju- baju menjadi sempit masih dalam keadaan bagus tapi sudah tidak digunakan lagi, yah sayang banget bukan? 

Nah di era milenial ini kita bisa kok menjual kembali barang secondhand kesayangan kita. Istilah dalam bisnis Online yaitu jual barang preloved.

Preloved merupakan barang yang sudah dipakai sebelumnya dan berpindah tangan kepada orang lain. Singkatnya, preloved merupakan barang bekas pakai yang dimaksudkan dijual kembali keadaan masih sangat baik dan layak.

Preloved artinya barang- barang yang dijual dalam keadaan baik atau second. Kamu pernah mendengar istilah preloved fashion, preloved skincare, atau thrift shop?

Jangan salah bisnis preloved sedang booming akhir- akhir ini, terutama dikalangan anak muda yang masih labil ketika membeli sesuatu ya hehe..trend beli baju preloved memang sudah ada sejak lama.

Nah ketika dulu mindset kita orang beli baju bekas karena tidak mampu beli yang baru, sekarang baju bekas preloved dianggap bisa menjadi alternatif belanja hemat.

Bahkan, ketika kita biasa membeli barang preloved lebih ramah lingkungan. Dalam bahasan kali ini kita akan mengetahui apa itu barang preloved hingga perbedaan dengan thrift. 

Apa itu istilah Preloved? 

Menurut Oxford Dictionaries, sesuatu yang sebelumnya telah dimiliki oleh orang lain alias tidak baru. Definisi preloved juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang tidak baru.

Mengutip laman Amused, preloved artinya barang yang telah digunakan atau dimiliki yang dijual sebagai tangan kedua. Biasanya, barang preloved adalah barang bekas yang masih bagus dan layak pakai.

Artikel Terkait  Tren Fashion Terkini, di Tahun 2023!

Jadi, bisa disimpulkan bahwa menjual barang bekas namun masih dalam keadaan layak pakai dengan harga lebih murah. Maka tidak heran jika ada istilah Preloved like new.

Meskipun barang bekas tetap terlihat seperti baru. Beragam barang yang bisa dikategorikan preloved.

Adapun beberapa contoh jenis barang preloved antara lain :

  • Preloved baju
  • Sepatu
  • Tas
  • Jaket
  • Buku
  • Skincare
  • Aksesoris, dan berbagai jenis lainnya.

Barang- barang preloved yang dijual juga bisa dari merk ternama. Hal ini menjadi alasan kenapa trend preloved kembali melonjak. Barang preloved biasanya berupa baju bekas. 

Banyak nih kalangan anak muda yang tetap ingin tampil trendy dan fashionable, kualitas branded namun tetap dengan harga terjangkau. Apakah kamu salah satunya?

Keuntungan Membeli Barang Preloved

perbedaan preloved dan thrift

Kenapa nih mesti banget beli barang preloved? Memang keuntungannya apa saja sih?

Berikut manfaat dan keuntungan membeli barang preloved adalah : 

  • Harga barang preloved lebih murah

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi barang preloved cenderung lebih murah dari harga barunya. Selain harga yang murah membeli barang preloved juga membuat kita bisa memiliki baju yang berbeda atau bermerk dengan mode hemat dan smart.

  • Mengurangi limbah

Jelas saja membeli barang preloved merupakan solusi untuk mengurangi limbah pakaian yang menggunung di lemari. 

Dengan tidak langsung membeli barang preloved ramah lingkungan, karena berkontribusi mengurangi sampah.

  • Bisa membeli barang- barang unik

Keuntungan membeli barang preloved juga bisa menjadi kesempatan menarik kita untuk menemukan barang-barang yang unik maupun langka. Siapa tahu, ketika di toko-toko kamu nggak nemu, beli barang preloved bisa jadi solusinya.

  • Berkesempatan mendapat barang limited edition

Salah satu keuntungan membeli barang preloved itu bisa membantu dan memudahkan sebagian orang untuk mendapatkan barang limited edition. Bisa saja, ada orang yang menjual barang preloved yang ternyata barang tersebut sudah tidak diproduksi lagi. 

Artikel Terkait  Model Baju Bridesmaid. Kenali Kriteriamu, agar Pas dengan Pakaian Ini!

Perbedaan PRELOVED dan THRIFT

Preloved sendiri adalah menjual kembali barang milik pribadi yang layak pakai, sedangkan thrift adalah menjual banyak barang bekas atau baju bertumpuk.

Arti thrift identik dengan barang bekas. Biasanya barang bekas berasal dari luar negeri. Thrift shop akan menjual barang bekas secara eceran atau grosir.

Barang preloved dan thrift disebut second stuff. Nah makanya, thrift bisa disebut nama baju bekas impor.

Thrift menjual barang bekas dari luar negeri dalam jumlah atau bal besar. Sementara Preloved shop menjual barang bekas namun dari pemakaian pribadi.

Jika seseorang menjual barang pribadinya yang masih layak pakai, maka disebut preloved. 

Cara Menjual Barang Preloved

Ketika akan menjual kembali barang preloved kamu harus mengetahui dulu kondisi barang preloved apakah masih layak pakai atau tidak.

Tuliskan secara lengkap tentang kondisi barang yang sudah tidak baru lagi sejujur jujurnya deskripsikan se real mungkin. 

Deskripsi barang mulai dari kondisi masih bersih atau ada noda atau tidak, ukuran panjang dan lebar merek dan lain sebagainya. Deskripsi yang jujur akan menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Menentukan Harga Jual

Dalam menjual barang preloved pun kamu perlu menyesuaikan harga dengan kualitas produk preloved. Harganya jelas lebih murah daripada barang yang dijual ditoko atau di luaran sana. 

Bandrolan harga menjadi hal yang mutlak karena sebagai tolak ukur kemampuan dalam membeli konsumen untuk membeli produk kita. Jangan sampai kawan cantik menjual barang preloved, dengan harga yang melambung sedangkan kualitas standar.

Berikan harga jual sesuai dengan merk dan kualitas barang bekas. Misalkan saja harga barang preloved kamu memiliki harga tinggi seperti preloved gucci, atau LV, atau barang branded lainnya.

Artikel Terkait  Rekomendasi Tas Resepsi

Usahakan untuk memastikan harga jual kamu masih bisa dinegosiasi antara penjual dan pembeli. Sejatinya harga barang preloved mengikuti harga pasar yang berlaku. 

Harga jual barang preloved akan murah jika barang bukan dari merk terkenal. Lakukan negosiasi untuk menarik minat konsumen. 

Namun tidak jangan sampai melupakan soal keuntungan ya. Strategi penjualan harus dikuasai terlebih dahulu agar penjualan barang preloved tidak terlalu murah tapi bisa membuat kamu tetap untung.

Promosikan melalui jejaring sosial media untuk memasarkan koleksi baju preloved kamu.

Tentukan target pasar produk preloved kamu, kamu bisa menentukan media apa yang akan digunakan seperti Tiktok, Shopee, Facebook, IG, atau lainnya.

Namun yang perlu diingat harus selalu konsisten posting dan gak bosen ya! Sesuaikan hastag dan juga caption yang berhubungan dengan barang preloved.

Foto produk semenarik mungkin agar konsumen tertarik mengunjungi media sosial kamu. Sering membuat konten real ya!

Mengikutkan dalam berbagai acara

Ikut aktif berpartisipasi dalam berbagai acara, agar bisa menjangkau konsumen lebih luas. Misalkan kamu bisa mengikuti acara bazar preloved .

Biasanya dengan cara seperti ini akan mengundang antusiasme masyarakat pecinta barang preloved akan jauh lebih besar.

Oleh sebab itu, biasanya barang preloved juga dijadikan barang untuk donasi.

Nah dari ulasan diatas kita bisa membedakan antara preloved dan thrift walaupun sama- sama menjual barang bekas namun beda kepemilikan dan jumlahnya.

Buat kamu yang mau mencoba berbisnis penjualan barang preloved akan bertahan asalkan bisa dilakukan secara konsisten aktif. Semua dimulai dari promosi online hingga nanti memiliki jangkauan pasar yang semakin luas.

Jadi gimana apakah kamu tertarik membeli barang preloved atau menjual kembali barang preloved? 

Mau tampil gaya dan stylish sekarang tidak perlu mahal loh, namun tetap sesuaikan dengan budget dan kebutuhan kita ya!

 

Tinggalkan komentar